Cara Membuat Multi Level Bill of Material di ERP
Oleh Tim Mecha ERP

Foto: olia danilevich / Pexels
Pelajari panduan lengkap cara membuat multi level bill of material di ERP untuk menyederhanakan proses produksi barang yang kompleks secara otomatis dan akurat.
Dalam industri manufaktur yang memproduksi barang dengan struktur kompleks, pengelolaan bahan baku menjadi tantangan tersendiri. Memahami cara membuat multi level bill of material di ERP adalah langkah krusial untuk memastikan setiap komponen, sub-rakitan, dan bahan mentah tercatat dengan akurat. Tanpa sistem yang terintegrasi, risiko kesalahan pencatatan dan keterlambatan produksi akan meningkat secara signifikan.
Sistem perencanaan sumber daya perusahaan atau ERP hadir sebagai solusi modern untuk mengotomatiskan seluruh rantai pasok manufaktur. Dengan menggunakan platform yang tepat, perusahaan dapat memetakan hubungan hierarkis antar material dari level teratas hingga komponen terkecil. Proses ini tidak hanya menghemat waktu tetapi juga meminimalkan pemborosan anggaran akibat kesalahan estimasi kebutuhan bahan baku.
Memahami Konsep Multi Level Bill of Material
Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan dokumen ini dalam skala manufaktur. Multi level bill of material atau BOM bertingkat adalah representasi visual dan struktural dari sebuah produk yang menunjukkan hubungan induk-anak dari setiap komponen. Struktur ini menampilkan bahan yang dibutuhkan secara hierarkis, mulai dari produk jadi, sub-perakitan, hingga bahan mentah paling dasar.
Setiap tingkatan dalam dokumen ini mewakili satu tahap perakitan atau pemrosesan dalam siklus produksi. Dengan struktur yang jelas, tim produksi dapat mengetahui dengan pasti kapan sebuah sub-komponen harus dibuat sebelum produk akhir dapat dirakit. Hal ini sangat berbeda dengan single level BOM yang hanya menampilkan komponen langsung tanpa memperlihatkan proses perakitan internal yang mendalam.
Persiapan Data Sebelum Membuat Struktur BOM
Langkah awal dalam mempraktikkan cara membuat multi level bill of material di ERP adalah menyiapkan data master material dengan lengkap. Setiap item yang akan dimasukkan ke dalam sistem harus memiliki kode unik atau SKU, deskripsi yang jelas, dan satuan ukuran yang terstandarisasi. Ketidakakuratan data pada tahap awal ini dapat menyebabkan kegagalan sistem dalam menghitung kebutuhan material secara otomatis.
Selain data material, Anda juga perlu menetapkan rute produksi atau routing untuk setiap sub-perakitan yang ada. Rute ini menjelaskan stasiun kerja mana saja yang akan dilewati oleh komponen selama proses pembuatan berlangsung. Integrasi antara data bahan baku dan rute kerja inilah yang membuat estimasi waktu dan biaya produksi menjadi sangat presisi.
Langkah Teknis Penginputan Data di Sistem
Setelah semua data siap, Anda dapat mulai memasukkan struktur tersebut ke dalam modul manufaktur sistem ERP Anda. Pertama, buatlah profil untuk produk jadi sebagai level paling atas atau level nol dalam hierarki. Selanjutnya, masukkan komponen langsung yang membentuk produk jadi tersebut sebagai level satu, termasuk sub-perakitan yang masih membutuhkan proses pembuatan terpisah.
Untuk setiap sub-perakitan yang telah dimasukkan di level satu, Anda harus membuat sub-BOM tersendiri di bawahnya yang menjadi level dua. Proses ini terus berlanjut ke bawah hingga mencapai bahan baku dasar yang tidak perlu dirakit lagi. Sistem ERP modern seperti Mecha ERP akan secara otomatis menghubungkan relasi ini sehingga membentuk pohon struktur yang rapi dan mudah dipahami.
Manfaat Utama Menerapkan BOM Bertingkat
Penerapan metode ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi operasional pabrik dan akurasi keuangan. Dengan struktur yang terorganisir, sistem dapat melakukan perhitungan kebutuhan material atau MRP secara otomatis dan real-time. Hal ini memastikan bahwa pembelian bahan baku hanya dilakukan saat dibutuhkan, sehingga mengurangi biaya penyimpanan di gudang.
Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang akan dirasakan oleh perusahaan manufaktur saat mengadopsi sistem ini:
- Akurasi Biaya Produksi: Menghitung harga pokok produksi dengan sangat detail dari setiap level komponen.
- Efisiensi Manajemen Stok: Menghindari penumpukan bahan baku mentah maupun barang setengah jadi di area produksi.
- Pelacakan Kualitas: Mempermudah pelacakan asal-usul komponen jika terjadi cacat produksi pada produk akhir.
- Perencanaan Kapasitas: Mengoptimalkan jadwal kerja mesin dan tenaga kerja berdasarkan urutan perakitan yang logis.
Melalui otomatisasi ini, manajemen juga dapat mengambil keputusan strategis dengan lebih cepat berdasarkan data yang valid. Koordinasi antar departemen seperti divisi pembelian, gudang, dan produksi menjadi lebih harmonis karena semuanya mengacu pada satu sumber data yang sama. Hal ini akan meminimalisir kesalahan komunikasi yang sering terjadi pada pencatatan manual.
Tips Mengelola Perubahan Desain Produk
Dalam industri manufaktur yang dinamis, perubahan desain atau spesifikasi produk adalah hal yang lumrah terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengelola revisi pada struktur dokumen ini tanpa mengganggu proses produksi yang sedang berjalan. Anda harus memastikan sistem yang digunakan mendukung fitur kontrol versi atau version control untuk mencatat setiap perubahan secara historis.
Ketika melakukan pembaruan, pastikan untuk menetapkan tanggal efektif berlakunya formula baru tersebut agar sistem tidak mengalami kebingungan. Komunikasikan juga perubahan ini kepada tim pengadaan agar mereka tidak membeli material lama yang sudah tidak digunakan lagi. Dengan manajemen perubahan yang rapi, kualitas produk akhir akan tetap terjaga konsistensinya dari waktu ke waktu.
Memilih Software ERP Manufaktur yang Tepat
Tidak semua perangkat lunak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menangani struktur produk yang sangat kompleks secara mendalam. Anda membutuhkan sistem yang fleksibel namun tetap kokoh dalam mengolah data manufaktur multi-level. Memahami cara membuat multi level bill of material di ERP akan jauh lebih mudah jika sistem yang Anda gunakan memiliki antarmuka yang intuitif dan mudah dipahami oleh operator di lapangan.
Selain fitur teknis, dukungan dari tim implementasi lokal juga menjadi faktor penentu keberhasilan penerapan sistem baru di perusahaan Anda. Tim ahli yang memahami proses bisnis lokal akan membantu melakukan kustomisasi dan pelatihan intensif bagi karyawan Anda. Investasi pada sistem yang tepat akan menjadi fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.
Mengimplementasikan cara membuat multi level bill of material di ERP adalah investasi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional manufaktur Anda. Mecha ERP hadir sebagai solusi terintegrasi yang dirancang khusus untuk mengelola seluruh ekosistem bisnis mulai dari keuangan, inventori, hingga produksi dalam satu sistem terpadu. Didukung oleh tim lokal yang siap mendampingi setiap langkah implementasi, Mecha ERP memastikan transisi sistem berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal bagi bisnis Anda. Hubungi kami sekarang untuk menjadwalkan demonstrasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan industri Anda.


